| Identitas Dokumen | Keterangan |
|---|---|
| Nama Rumah Sakit | [Nama Rumah Sakit] |
| Nama KSM / Departemen | [Nama KSM/Departemen] |
| Nomor Dokumen | [Nomor Dokumen] |
| Tanggal Berlaku / Tinjau Ulang | [Tanggal Berlaku/Tinjau Ulang] |
| Penulis / Penyusun | Dr.dr. Budi Siswanto, Sp.OG., Subsp.Obginsos., SH., S.Kom. |
| Penerbit | Perpustakaan ABBA |
| Alamat Penerbit | Jl Danau Kerinci No 9 Malang |
Kehamilan remaja adalah kehamilan yang terjadi pada perempuan berusia 10–19 tahun, sesuai batasan usia remaja menurut WHO, yang terbagi menjadi remaja awal (10–14 tahun) dan remaja akhir (15–19 tahun) [1].
Kehamilan pada kelompok usia ini memiliki risiko biologis, psikologis, dan sosial yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan pada usia reproduksi optimal, terutama pada remaja usia sangat muda (<16 tahun), akibat imaturitas fisiologis organ reproduksi, keterbatasan akses layanan antenatal, faktor sosial-ekonomi, dan kerentanan psikososial termasuk risiko kekerasan, pernikahan anak, dan putus sekolah [1,2].
Pengelolaan kehamilan remaja mengacu pada prinsip life-course approach dan konsep Developmental Origins of Health and Disease (DOHaD), yang memandang kesehatan ibu remaja dan janin sebagai satu kesatuan yang memengaruhi luaran kesehatan sepanjang hayat, sejalan dengan Standar Kompetensi Dokter Spesialis dan Subspesialis Obstetri dan Ginekologi yang berlaku secara nasional [12].
Skrining risiko obstetri spesifik pada kehamilan remaja ditetapkan berdasarkan nilai ambang laboratorium dan klinis berikut, merujuk pembaruan ambang hemoglobin WHO 2024 [3] dan rekomendasi PNPK Preeklamsia POGI/HKFM [10]:
| Parameter | Nilai Ambang | Interpretasi Klinis |
|---|---|---|
| Hemoglobin (Hb) — Trimester I & III | < 11 g/dL | Anemia dalam kehamilan [3] |
| Hemoglobin (Hb) — Trimester II | < 10,5 g/dL | Anemia dalam kehamilan [3] |
| Hemoglobin (Hb) | < 7 g/dL | Anemia berat — rujuk segera |
| Tekanan darah (2 kali ukur, jarak ≥ 4 jam) | ≥ 140/90 mmHg | Hipertensi gestasional / suspek preeklamsia [10] |
| Proteinuria | ≥ +1 dipstik atau rasio protein/kreatinin ≥ 0,3 | Kriteria tambahan preeklamsia [10] |
| Lingkar Lengan Atas (LILA) | < 23,5 cm | Risiko Kekurangan Energi Kronik (KEK) [9] |
| Usia ibu | < 16 tahun | Kategori risiko tinggi tambahan (imaturitas panggul, risiko disproporsi janin-panggul) |
G[jumlah gravida]P[jumlah paritas]A[jumlah abortus], usia kehamilan [___] minggu, dengan kehamilan remaja (usia ibu [___] tahun), kategori risiko [rendah/sedang/tinggi] berdasarkan hasil skrining pada komponen Kriteria Diagnosis.
| Aspek | Prognosis |
|---|---|
| Ad vitam | Dubia ad bonam bila faktor risiko terdeteksi dan tertangani sejak dini |
| Ad functionam | Dubia ad bonam dengan tata laksana dan pemantauan ANC terintegrasi |
| Ad sanationam | Dubia, bergantung pada faktor risiko sosial, kepatuhan ANC, dan keberlanjutan dukungan psikososial |
| Tingkat | Deskripsi | Contoh Penerapan pada PPK Ini |
|---|---|---|
| I | Evidens dari uji klinis teracak terkontrol atau meta-analisis | Ambang Hb WHO 2024 [3]; jadwal ANC minimal 6 kunjungan [8,9] |
| II-1 | Evidens dari studi kohort atau kasus-kontrol terancang baik | Faktor risiko preterm birth pada preeklamsia remaja [4] |
| II-2 | Evidens dari studi observasional multipusat / rekomendasi praktik baik organisasi profesi | Rekomendasi praktik baik FIGO mengenai anemia dan nutrisi [4,7] |
| III | Opini ahli, konsensus komite, atau pedoman berbasis konsensus profesi | Committee Opinion ACOG [5,6]; PNPK Preeklamsia POGI/HKFM [10] |
| Kelas | Deskripsi | Rekomendasi Terkait |
|---|---|---|
| A | Direkomendasikan kuat berdasarkan evidens konsisten tingkat tinggi | Skrining Hb dan tata laksana anemia sesuai ambang WHO/FIGO [3,4]; asesmen biopsikososial 100% pada kunjungan pertama [12] |
| B | Direkomendasikan berdasarkan evidens tingkat sedang | Jadwal ANC terpadu minimal 6 kunjungan [8,9]; rujukan PONEK pada preeklamsia berat [10,11] |
| C | Dapat dipertimbangkan berdasarkan evidens terbatas atau opini ahli | Pendekatan konseling kontrasepsi dan kerahasiaan remaja [5,6] |