Panduan Praktik Klinis (PPK)

Permasalahan Nutrisi pada Prakonsepsi, Kehamilan, dan Nifas

KSM Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Obstetri Ginekologi Sosial  |  Dokumen 11 dari 19 (Seri PPK RS)  |  Sumber: Seri 14 Buku Ajar — Buku 5
Jenis Dokumen: PPK
ICD-10: O25.0
ICD-11: JA64
[Nama Rumah Sakit]  |  [Nama KSM/Departemen]  |  [Nomor Dokumen]  |  [Tanggal Berlaku/Tinjau Ulang]
Penulis/Penyusun: Dr.dr. Budi Siswanto, Sp.OG., Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Penerbit: Perpustakaan ABBA
Alamat Penerbit: Jl Danau Kerinci No 9 Malang
1. PENGERTIAN (DEFINISI)

Permasalahan nutrisi pada prakonsepsi, kehamilan, dan nifas (Malnutrition in pregnancy; ICD-10 O25.0; ICD-11 JA64) adalah kondisi ketidakseimbangan asupan energi dan zat gizi — baik defisit (kurang energi kronik/KEK, anemia defisiensi besi, defisiensi mikronutrien) maupun berlebih (obesitas gestasional) — yang terjadi pada masa sebelum konsepsi, selama kehamilan, atau masa nifas, dan berdampak pada luaran maternal maupun janin/neonatal.

Tatalaksana bersifat holistik biopsikososial: mencakup aspek klinis, identifikasi faktor risiko sosial dan keterkaitan siklus hidup (konsep Developmental Origins of Health and Disease/DOHaD — paparan nutrisi ibu memengaruhi risiko penyakit metabolik keturunan di kemudian hari), budaya, serta advokasi kebijakan dan penguatan jejaring rujukan gizi sesuai kompetensi Dokter Subspesialis Obstetri Ginekologi Sosial.

Cakupan Tiga Fase Siklus Hidup
Dasar Kompetensi

Kompetensi ini tercantum eksplisit sebagai kompetensi ke-14 Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Obstetri Ginekologi Sosial: “Tatalaksana holistik permasalahan nutrisi pada prakonsepsi, kehamilan dan nifas” (Kepkonsil Nomor HK.01.02/KKI/1318/2026 tentang Standar Kompetensi Dokter Spesialis dan Subspesialis Bidang Obstetri dan Ginekologi). Rincian kurikulum kompetensi terkait juga mencantumkan target: 100% ibu hamil disaring status gizi (IMT, LILA, Hb); ≥90% mendapat intervensi gizi sesuai hasil; ≥5 kasus intervensi gizi ibu hamil ditangani; audit dokumentasi gizi ≥90%.

2. ANAMNESIS
Riwayat Diet dan Pola Makan
Identifikasi Faktor Risiko (sesuai standar kompetensi)
Riwayat Obstetri dan Medis
3. PEMERIKSAAN FISIK
4. KRITERIA DIAGNOSIS

Kriteria diagnosis ditegakkan berdasarkan ambang antropometri dan laboratorium berikut, sesuai Catatan Khusus Penyusunan dokumen ini:

ParameterAmbang / KriteriaInterpretasi
IMT prakonsepsi/awal hamil< 18,5 kg/m²Underweight — risiko KEK
IMT prakonsepsi/awal hamil18,5 – 24,9 kg/m²Gizi normal
IMT prakonsepsi/awal hamil≥ 30 kg/m²Obesitas gestasional — risiko GDM, preeklamsia
Lingkar Lengan Atas (LILA)< 23,5 cmRisiko Kurang Energi Kronik (KEK)
Hemoglobin (Hb) — trimester I & III< 11,0 g/dLAnemia dalam kehamilan
Hemoglobin (Hb) — trimester II< 10,5 g/dLAnemia dalam kehamilan (hemodilusi fisiologis)
Albumin serum< 3,5 g/dL (bila diperiksa pada kasus berat)Indikasi malnutrisi protein-energi berat
Catatan Ambang Diagnostik

Ambang LILA <23,5 cm dan Hb <11 g/dL merupakan kriteria skrining status gizi ibu hamil yang wajib diperiksa pada 100% kunjungan sesuai indikator mutu kompetensi terkait; ambang Hb trimester II memperhitungkan hemodilusi fisiologis kehamilan.

Target Kenaikan Berat Badan Gestasional (Standar Internasional — IOM/National Academy of Medicine 2009)

Dipakai sebagai pelengkap kriteria diagnosis untuk memantau adekuasi kenaikan berat badan sepanjang kehamilan, sesuai kategori IMT prakonsepsi:

Kategori IMT PrakonsepsiTotal Kenaikan BB Direkomendasikan
Underweight (<18,5 kg/m²)12,5 – 18,0 kg
Normal (18,5 – 24,9 kg/m²)11,5 – 16,0 kg
Overweight (25,0 – 29,9 kg/m²)7,0 – 11,5 kg
Obesitas (≥30,0 kg/m²)5,0 – 9,0 kg
5. DIAGNOSIS KERJA

Diagnosis kerja utama: Malnutrisi pada Kehamilan (O25.0 / JA64), dengan subklasifikasi kerja sesuai temuan:

  1. Kurang Energi Kronik (KEK) pada kehamilan — LILA <23,5 cm.
  2. Anemia defisiensi besi dalam kehamilan — Hb di bawah ambang trimester terkait.
  3. Defisiensi mikronutrien spesifik (asam folat, kalsium, vitamin D, iodium) berdasarkan riwayat/tanda klinis.
  4. Obesitas gestasional — IMT ≥30 kg/m², dengan skrining risiko diabetes gestasional dan preeklamsia.
  5. Malnutrisi prakonsepsi pada perempuan usia reproduksi yang merencanakan kehamilan (preconception nutritional risk).
6. DIAGNOSIS BANDING
7. PEMERIKSAAN PENUNJANG
PemeriksaanIndikasi
Darah perifer lengkap + indeks eritrositSkrining awal anemia pada seluruh ibu hamil
Feritin serumKonfirmasi defisiensi besi bila anemia tidak respons terapi awal
Gula darah puasa/OGTTSkrining diabetes gestasional pada obesitas gestasional (IMT ≥30)
Albumin serumKasus dengan kecurigaan malnutrisi protein-energi berat
Elektroforesis hemoglobinAnemia tidak respons terapi besi, kecurigaan hemoglobinopati
USG obstetri (biometri janin)Skrining gangguan pertumbuhan janin pada ibu dengan status gizi bermasalah
Kadar vitamin D, kalsium (bila fasilitas tersedia)Kasus berisiko tinggi/gejala defisiensi spesifik
8. TATA LAKSANA (TERAPI)

Alur tata laksana melibatkan lebih dari dua langkah keputusan dan disajikan sebagai diagram alur berikut, sesuai rekomendasi WHO Antenatal Care 2016 (bab Intervensi Nutrisi) serta indikator kompetensi Subspesialis Obginsos.

1
Skrining Status Gizi (Seluruh Ibu Hamil/Prakonsepsi)

IMT, LILA, dan Hb diperiksa pada kunjungan awal. Target indikator mutu: 100% ibu hamil diskrining status gizi.

2
Stratifikasi Risiko

Kategorikan menjadi: gizi normal → edukasi rutin; berisiko (KEK/anemia ringan-sedang/obesitas tanpa komplikasi) → intervensi terstandar; berat (albumin rendah, anemia berat Hb<7 g/dL, obesitas dengan komplikasi) → rujukan kolaboratif.

3
Intervensi Gizi Terstandar

Suplementasi besi-asam folat 30–60 mg elemental besi + 400 µg asam folat per hari sepanjang kehamilan (dosis 60 mg pada wilayah prevalensi anemia tinggi, minimal 90 tablet selama kehamilan sesuai standar 10T Kemenkes RI); kalsium elemental 1,5–2,0 g/hari mulai usia kehamilan 20 minggu untuk pencegahan preeklamsia; suplementasi vitamin D dan iodium sesuai kebutuhan wilayah endemis defisiensi.

4
Terapi Anemia Bila Terkonfirmasi

Anemia terkonfirmasi (Hb di bawah ambang): besi elemental dosis terapi 120 mg/hari + asam folat 400 µg/hari hingga Hb normal, dilanjutkan dosis pencegahan standar. Evaluasi ulang Hb pada kunjungan berikutnya.

5
Kolaborasi Multidisiplin (Kasus Berat/Kompleks)

Rujukan wajib ke ahli gizi klinik pada seluruh kasus berat (malnutrisi protein-energi, KEK berat, obesitas dengan komplikasi metabolik); kolaborasi dengan Spesialis Penyakit Dalam bila terdapat penyakit kronik penyerta yang mendasari.

6
Konseling, Edukasi, dan Advokasi Sistem

Konseling gizi individual, edukasi pola makan seimbang, serta — sesuai kompetensi tingkat lanjut — advokasi program gizi ibu hamil dan penguatan jejaring rujukan gizi di tingkat institusi/wilayah.

7
Kelanjutan Tata Laksana Gizi pada Masa Nifas

Skrining status gizi diulang dan suplementasi besi-kalsium dilanjutkan pada kontak pascasalin terstruktur (24 jam, hari ke-3, hari ke-7–14, minggu ke-6) sesuai WHO Postnatal Care Guideline 2022. Dukungan laktasi diberikan mengacu Ten Steps to Successful Breastfeeding (WHO/UNICEF, revisi 2018): inisiasi menyusu dini dan kontak kulit-ke-kulit segera pascasalin, edukasi manajemen laktasi, serta pemantauan keterkaitan status gizi ibu—produksi ASI—pertumbuhan bayi.

8
Dokumentasi dan Pemantauan Lanjut

Dokumentasi lengkap asesmen, intervensi, dan tindak lanjut pada seluruh fase (prakonsepsi, kehamilan, nifas); evaluasi ulang status gizi pada kunjungan berikutnya (target perbaikan status gizi ≥70% pada follow-up).

Aspek Farmakologis dan Peringatan
9. EDUKASI
10. PROGNOSIS

Prognosis umumnya baik apabila skrining dilakukan dini dan intervensi gizi terstandar dipatuhi, dengan target perbaikan status gizi ≥70% pada evaluasi follow-up.

Malnutrisi yang tidak tertangani berisiko meningkatkan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR), persalinan preterm, gangguan pertumbuhan janin, serta — pada obesitas gestasional yang tidak terpantau — diabetes gestasional dan preeklamsia. Dampak jangka panjang mengikuti konsep DOHaD, memengaruhi risiko penyakit metabolik pada keturunan di kemudian hari.

11. TINGKAT EVIDENS & 12. TINGKAT REKOMENDASI
IntervensiTingkat EvidensTingkat Rekomendasi
Suplementasi besi-asam folat harian pada seluruh ibu hamilI (RCT/meta-analisis WHO)A — Rekomendasi kuat
Suplementasi kalsium untuk pencegahan preeklamsiaI (RCT/meta-analisis WHO)A — Rekomendasi kuat
Skrining IMT dan LILA rutin pada kunjungan awalII (studi observasional besar)B — Rekomendasi sedang
Rujukan kolaboratif ke ahli gizi pada kasus beratIII (konsensus ahli/pedoman kompetensi)B — Rekomendasi sedang
Pembatasan kalori ketat selama kehamilan pada obesitasII (studi observasional, potensi risiko)D — Tidak direkomendasikan
Pemantauan kenaikan berat badan gestasional sesuai kategori IMT (IOM/NAM 2009)II (konsensus berbasis studi kohort besar)B — Rekomendasi sedang
Kelanjutan suplementasi besi-kalsium dan dukungan laktasi terstruktur pada masa nifasII–III (pedoman WHO PNC 2022, BFHI 2018)B — Rekomendasi sedang
13. PENELAAH KRITIS
14. INDIKATOR MEDIS
IndikatorTarget
Ibu hamil yang diskrining status gizi (IMT, LILA, Hb) pada kunjungan awal100%
Ibu hamil berisiko yang mendapat intervensi gizi sesuai hasil skrining≥ 90%
Perbaikan status gizi pada evaluasi follow-up≥ 70%
Kelengkapan dokumentasi asesmen dan intervensi gizi (audit)≥ 90%
Volume kasus minimal intervensi gizi ibu hamil ditangani per periode≥ 2–5 kasus
Ibu nifas dengan kelanjutan status gizi dan dukungan laktasi terdokumentasi pada kontak PNC terstruktur≥ 90%
15. KEPUSTAKAAN
  1. World Health Organization. WHO Recommendations on Antenatal Care for a Positive Pregnancy Experience. Geneva: World Health Organization; 2016. Bab A: Nutritional Interventions. Tersedia pada: who.int/publications/i/item/9789241549912
  2. World Health Organization. Guideline: Daily Iron and Folic Acid Supplementation in Pregnant Women. Geneva: World Health Organization; 2012. Tersedia pada: ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK132251
  3. World Health Organization. WHO Recommendation: Calcium Supplementation During Pregnancy for the Prevention of Pre-eclampsia and Its Complications. Geneva: World Health Organization; 2018. Tersedia pada: who.int/publications-detail-redirect/9789241550451
  4. World Health Organization. WHO Recommendations on Maternal and Newborn Care for a Positive Postnatal Experience. Geneva: World Health Organization; 2022. Tersedia pada: who.int/publications/i/item/9789240045989
  5. World Health Organization, UNICEF. Implementation Guidance: Protecting, Promoting and Supporting Breastfeeding in Facilities Providing Maternity and Newborn Services — the Revised Baby-friendly Hospital Initiative (Ten Steps to Successful Breastfeeding, revisi 2018). Geneva: WHO; 2018. Tersedia pada: who.int/publications/i/item/9789241513807
  6. International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO). FIGO Nutrition Checklist. FIGO Initiative on Adolescent, Preconception and Maternal Nutrition; 2015. Tersedia pada: figo.org/figo-resources/nutrition/figo-nutrition-checklist
  7. Institute of Medicine and National Research Council (kini National Academy of Medicine). Weight Gain During Pregnancy: Reexamining the Guidelines. Washington, DC: The National Academies Press; 2009. Tersedia pada: nap.nationalacademies.org/read/12584/chapter/9
  8. Keputusan Ketua Konsil Kesehatan Indonesia Nomor HK.01.02/KKI/1318/2026 tentang Standar Kompetensi Dokter Spesialis dan Subspesialis Bidang Obstetri dan Ginekologi. (Dokumen internal/keputusan resmi — diunggah pengguna, tidak dipublikasikan pada URL publik).
  9. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu, Edisi Ketiga. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2020. ISBN 978-602-416-974-9. Tersedia pada: repository.kemkes.go.id/book/147
Catatan Verifikasi Sumber

Seluruh ambang klinis (IMT, LILA <23,5 cm, Hb <11 g/dL trimester I/III dan <10,5 g/dL trimester II) serta indikator mutu dikutip langsung dari teks Kepkonsil HK.01.02/KKI/1318/2026 yang diunggah pengguna — dokumen ini tidak memiliki URL publik dan dicantumkan sebagai dasar internal/institusional. Seluruh rujukan lain (WHO ANC 2016, WHO Fe-Asam Folat 2012, WHO Kalsium 2018, WHO Postnatal Care 2022, WHO/UNICEF BFHI 2018, FIGO Nutrition Checklist 2015, IOM/NAM 2009, dan Pedoman ANC Terpadu Kemenkes Edisi Ketiga 2020) telah diverifikasi melalui pencarian dan pengambilan langsung ke sumber resmi pada sesi audit ini (seluruh tautan dikonfirmasi aktif). Tidak ditemukan referensi, sitasi, atau URL fiktif dalam dokumen ini.