Menopause adalah berhentinya menstruasi secara permanen akibat hilangnya aktivitas folikuler ovarium, ditegakkan secara retrospektif setelah amenore 12 bulan berturut-turut tanpa penyebab patologis lain. Usia median terjadinya di populasi Asia berkisar 48-51 tahun.
Masa transisi menopause (perimenopause) ditandai variabilitas siklus haid dan mulai munculnya gejala vasomotor, mengacu tahapan STRAW+10 (Stages of Reproductive Aging Workshop).
"Masalah biopsikososial" pada menopause mencakup tiga dimensi yang saling memengaruhi:
PPK ini disusun mengacu landasan nasional — Keputusan Ketua Konsil Kesehatan Indonesia Nomor HK.01.02/KKI/1318/2026 dan Konsensus Tata Laksana Menopause HIFERI/POGI — serta landasan internasional dari The Menopause Society, FIGO, WHO, dan International Menopause Society (IMS), sesuai kebutuhan pendidikan subspesialis Obstetri Ginekologi Sosial.
Diagnosis menopause ditegakkan secara klinis: amenore 12 bulan berturut-turut pada perempuan usia >45 tahun tanpa penyebab patologis lain — pemeriksaan hormonal rutin tidak diperlukan pada kasus tipikal.
Tahapan transisi reproduktif diklasifikasikan mengacu kerangka Stages of Reproductive Aging Workshop (STRAW+10), acuan internasional yang diadopsi International Menopause Society (IMS) untuk penyeragaman istilah pendidikan dan penelitian subspesialis:
| Tahap STRAW+10 | Penanda Siklus | Ciri Klinis Dominan |
|---|---|---|
| Transisi Akhir (Stage -1) | Siklus tidak teratur, interval amenore ≥60 hari | Mulai muncul gejala vasomotor |
| Pascamenopause Dini (Stage +1a/b/c) | 12 bulan pasca haid terakhir hingga tahun ke-6 | Gejala vasomotor puncak, risiko GSM meningkat |
| Pascamenopause Lanjut (Stage +2) | Tahun ke-6 dan seterusnya pasca haid terakhir | GSM & risiko metabolik-tulang dominan |
Derajat keparahan masalah biopsikososial dinilai menggunakan Menopause Rating Scale (MRS), instrumen tervalidasi lintas-budaya 11 item dalam 3 domain, dengan data normatif yang mencakup populasi Asia termasuk Indonesia:
| Domain MRS | Komponen Dinilai | Rentang Skor |
|---|---|---|
| Somatik-vegetatif | Hot flashes/keringat, gangguan jantung berdebar, gangguan tidur, keluhan otot & sendi | 0-4 / item (4 item) |
| Psikologis | Mood tertekan, iritabilitas, ansietas/kegelisahan, kelelahan fisik & mental | 0-4 / item (4 item) |
| Urogenital | Masalah seksual, keluhan berkemih, kekeringan vagina | 0-4 / item (3 item) |
Menopause dengan Masalah Biopsikososial (padanan ICD-10: N95.1 Menopausal and female climacteric states), dengan pencantuman derajat keparahan berdasarkan skor MRS pada rekam medis.
| Pemeriksaan | Indikasi |
|---|---|
| FSH & Estradiol serum | Bila usia <45 tahun atau gambaran klinis meragukan |
| TSH | Menyingkirkan disfungsi tiroid sebagai diferensial |
| Profil lipid & gula darah puasa | Skrining risiko metabolik/kardiovaskular |
| Densitometri tulang (DXA) | Bila terdapat faktor risiko osteoporosis (IMT rendah, riwayat fraktur, merokok) |
| Mammografi skrining | Sesuai program skrining nasional usia terkait |
| Pap smear / skrining serviks | Sesuai jadwal skrining rutin bila belum dilakukan |
Tata laksana menopause dengan masalah biopsikososial WAJIB dijalankan melalui dua jalur yang berjalan paralel dan saling melengkapi: (A) jalur farmakologis bertingkat — Terapi Hormon Menopause/Menopausal Hormone Therapy (MHT, dahulu lazim disebut HRT) atau non-hormonal, sesuai indikasi dan kontraindikasi eksplisit — dan (B) jalur konseling psikososial. Kedua jalur berjalan bersamaan, bukan sekadar salah satu jalur saja.
Indikasi: gejala vasomotor derajat sedang-berat (skor MRS domain somatik tinggi) dan/atau GSM simtomatik, usia <60 tahun atau <10 tahun sejak onset menopause, tanpa kontraindikasi absolut — mengacu risk-stratification menurut usia dan jarak waktu sejak menopause yang direkomendasikan The Menopause Society (2022) dan FIGO (2024).
US FDA pada 10 November 2025 memulai penghapusan boxed warning risiko kardiovaskular, kanker payudara, dan demensia probable dari label produk MHT sistemik, dan pada 2026 telah menyetujui perubahan label untuk enam produk pertama; peringatan boxed untuk kanker endometrium pada estrogen tanpa lawan (unopposed) tetap dipertahankan. Kebijakan ini spesifik untuk label produk yang beredar di Amerika Serikat.
Dua golongan non-hormonal baru berbasis antagonis reseptor neurokinin (NK1/NK3) — fezolinetant (disetujui FDA 2023) dan elinzanetant (disetujui FDA Oktober 2025) — menunjukkan efikasi tinggi untuk gejala vasomotor sedang-berat sebagai alternatif non-hormonal selain SSRI/SNRI dan gabapentin.
Sebelum meresepkan golongan neurokinin antagonis atau menyesuaikan konseling risiko MHT berdasarkan pembaruan label FDA, dokter WAJIB memverifikasi status registrasi BPOM RI dan formularium rumah sakit setempat, karena kebijakan regulasi AS tidak otomatis berlaku di Indonesia.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Ad vitam | Bonam — menopause bukan kondisi mengancam nyawa |
| Ad sanationam | Dubia ad bonam — gejala vasomotor umumnya membaik dalam 4-7 tahun, bervariasi antarindividu |
| Ad fungsionam | Bonam dengan tata laksana biopsikososial adekuat dan kepatuhan kontrol berkala |
| Intervensi | Evidens | Rekomendasi |
|---|---|---|
| Terapi Hormon Menopause (MHT) sistemik untuk gejala vasomotor sedang-berat | I | A |
| Estrogen vagina lokal untuk GSM | I | A |
| SSRI/SNRI non-hormonal untuk gejala vasomotor | I | A |
| Antagonis reseptor neurokinin (fezolinetant/elinzanetant) untuk gejala vasomotor | I | A |
| Terapi Kognitif Perilaku (CBT) untuk gejala vasomotor & mood | I | A |
| Konseling psikososial dan keterlibatan keluarga | II | B |
| Modifikasi gaya hidup (nutrisi, olahraga, berhenti rokok) | II | B |